Pengurangan Risiko Kegagalan Panen Melalui Sistem Budidaya Padi Organik Rakit Apung Tangguh Bencana

  • Ichwan Muis (1*) Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Siaulhak (2) Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Andi Safitri Sacita (3) Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Herdhata Agusta (4) Institut Pertanian Bogor
  • Ani Kurniawati (5) Institut Pertanian Bogor

  • (*) Penulis Korespondensi

Keywords: rakit apung, kegagalan panen, pengurangan risiko

Abstract

Wilayah Desa Laskap dilanda banjir setiap tahunnya dengan ketinggian genangan berkisar 0,6-2 meter, terutama dalam kurung waktu 10 tahun terakhir. Situasi hidrologi Desa Laskap masih dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sehingga meningkatkan frekuensi kejadian banjir genangan pada lahan pertanian yang berujung pada penurunan produktifitas padi dan peningkatan resiko gagal panen. Solusi terkait dengan permasalahan yang dihadapi yakni sistem budidaya padi organik rakit apung tangguh bencana yang adaptif bagi petani di daerah rawan banjir. Meode atau tahapan dalam kegiatan ini yakni, tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan, tahapan evaluasi dan tahapan keberlanjutan program. Hasil kegiatan yang dilakukan dengan sasaran Kelompok Tani Pada Idi dan Kelompok Tani Padi Hijau berhasil dilaksanakan dengan baik. Bagi kelompok tani dapat memahami mengenai cara melakukan sistem budidaya padi organik rakit apung didaerah banjir dan dapat memahami potensi pasar serta cara pengembangan produk pertanian organik. Selain itu dapat langsung mempraktekan dengan pelatihan membuat padi rakit apung yang dapat diterapkan di lahan yang rawan banjir.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2024-11-25
How to Cite
Muis, I., Siaulhak, S., Sacita, A. S., Agusta, H., & Kurniawati, A. (2024). Pengurangan Risiko Kegagalan Panen Melalui Sistem Budidaya Padi Organik Rakit Apung Tangguh Bencana. Madaniya, 5(4), 2180-2185. https://doi.org/10.53696/27214834.1062
Section
Artikel