Pembuatan Pangan Fungsional Tempe dan Perbedaan Jenis Pengemasnya Bagi Siswa Siswi di PKBM Anugrah Bangsa Semarang
Abstract
PKBM Anugrah Bangsa Semarang merupakan sekolah yang mempunyai mata pelajaran Bioteknologi, yang mana proses fermentasi merupakan bagian dari mata pelajaran tersebut. Penyuluhan mengenai pangan fungsional tempe dan perbedaan jenis pengemasnya serta praktek sederhana pembuatan tempe sangat tepat dilakukan untuk menambah wawasan dan ketrampilan dalam bidang bioteknologi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi berupa penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman mengenai fermentasi pada tempe kacang merah, kacang hijau, dan kacang tanah. Hal ini dilakukan untuk menambah wawasan bagi siswa siswi PKBM Anugrah Bangsa Semarang mengenai pangan fungsional tempe dari kacang merah, kacang hijau, dan kacang tanah, menggunakan pengemas dari daun dan plastik, serta mengetahui pengaruh perbedaan pengemas antara daun dan plastik. Jumlah peserta pada kegiatan ini adalah 8 orang siswa-siswi dengan didampingi oleh 3 orang tutor dari PKBM Anugrah Bangsa. Berdasarkan hasil penyuluhan dan praktek sederhana pembuatan tempe menunjukkan bahwa hasil posttest siswa-siswi 100% benar dibandingkan dengan hasil pretest sebelum dilakukan penyuluhan dan praktek sederhana, jumlah benar dari pretest hanya 40-75%.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik. (2016). Produksi Tanaman Pangan 2015. Jakarta. 2088-6993
Chen, Y.-C., Hsieh, S.-L., & Hu, C.-Y. (2020). Effects of Red-Bean Tempeh with Various Strains of Rhizopus on GABA Content and Cortisol Level in Zebrafish. Microorganisms, 8(9), 2–12. https://doi.org/10.3390/microorganisms8091330
Doss, A., & Pugalenthi, M. (2012). Evaluation Of Antioxidant Activity And Phytochemical Screening Of Malus Domestica Borkh (Apple) And Phaseolus Vulgaris L. (Green Beans). Journal Of Pharmaceutial And Scientific Innovation. 1(3), 1–4.
Haron, H., & Norfasihah, R. (2014). Changes in Macronutrient, Total Phenolic and Anti-Nutrient Contents during Preparation of Tempeh. Journal of Nutrition & Food Sciences, 04(03), 1–5. https://doi.org/10.4172/2155-9600.1000265
Long, K. (2013). Comparison Of Γ-Aminobutyric Acid (GABA) Content And Antioxidant Activities Of Conventional Soybean Tempeh And New Generation Mung Bean Tempeh Produced Using Rhizopus Spp. Journal of Probiotics & Health, 1, 96. https://doi.org/10.4172/2329-8901.S1.013
Mariyam, Arfiana, & Sukini, T. (2017). Efektivitas Konsumsi Nugget Tempe Kedelai Terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang. Jurnal Kebidanan, 6(12), 63–72. https://doi.org/10.31983/jkb.v6i12.1914
Maryam, S. (2016). Komponen Isoflavon Tempe Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L) Pada Berbagai Lama Fermentasi. Prosiding Seminar Nasional MIPA. ISBN 978-602-6428-00-4. 363-368.
Muchtadi, D. (2010). Kedelai Komponen untuk Kesehatan. Alfabeta.
Mufidah, I., Fathimah, F., Darni, J., & Chairiyah, N. A. (2018). Analisis Perbedaan Jenis Pembungkus Terhadap Kadar Proksimat Dan Daya Terima Tempe Biji Lamtoro (Leucaena Leucocephala). Darussalam Nutrition Journal, 2(2), 21–31. https://doi.org/10.21111/dnj.v2i2.2165
Pinasti, L., Nugraheni, Z., & Wiboworini, B. (2020). Potensi tempe sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan kadar hemoglobin remaja penderita anemia. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 5(1), 19–26. https://doi.org/10.30867/action.v5i1.192
Radiati, A., & Sumarto. (2016). Analisis Sifat Fisik, Sifat Organoleptik, Dan Kandungan Gizi Pada Produk Tempe Dari Kacang Non-Kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 5(1), 16–22. https://doi.org/10.17728/jatp.v5i1.32
Salim, R., Zebua, E. T., & Taslim, T. (2017). Analisis Jenis Kemasan Terhadap Kadar Protein Dan Kadar Air Pada Tempe. Jurnal Katalisator, 2(2), 106–111. https://doi.org/10.22216/jk.v2i2.2531
Sayuti. (2015). Pengaruh Bahan Kemasan Dan Lama Inkubasi Terhadap Kualitas Tempe Kacang Gude Sebagai Sumber Belajar Ipa. Bioedukasi (Jurnal Pendidikan Biologi), 6(2), 148–158. https://doi.org/10.24127/bioedukasi.v6i2.345
Sundari, E. & Nuryanto. (2016). Hubungan Asupan Protein, Seng, Zat Besi, Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Z-Score Tb/U Pada Balita. Journal of Nutrition College. 5(4), 520–529.
United States Department of Agriculture. (2014). National Nutrient Database for Standard Reference Release. Agricultural Research Service. US.
Copyright (c) 2022 Soraya Kusuma Putri, Antonia Nani Cahyanti, Adi Sampurno

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







