Pengenalan Metode Pembelajaran STEAM Kepada Para Siswa Tingkat Sekolah Dasar Kelas 1 Sampai 3
Abstract
Metode pengajaran berbasiskan science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM) semakin banyak digunakan karena dipercaya mampu membangun kemampuan berpikir kritis pada siswa. Namun, metode ini masih cukup baru di Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan metode STEAM kepada para siswa kelas 1 sampai 3 di Madrasah Ibtidaiyah Istiqomah Kabupaten Bogor. Metode participatory action research (PAR), di mana siswa diberikan penjelasan, melakukan praktikum, dan berdiskusi secara langsung digunakan dalam pengabdian masyarakat ini. Hasil dari diskusi setelah praktikum menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dalam belajar menggunakan metode STEAM. Para siswa merasa bahwa metode STEAM sangat membantu mereka memahami materi pembelajaran. Hal ini mengindikasikan bahwa pengabdian masyarkat berjalan sukses dan bermanfaat bagi para siswa.
Downloads
References
Yakman, G. (2008). STEAM Education: An Overview of Creating a Model of Integrative Education, Proceeding of PATT on 19th ITEEA conference, pp. 335–358.
Berry, M. R., Chalmers, C., & Chandra, V. (2012). STEM Futures and Practice: Can We Teach STEM in a More Meaningful and Integrated Way? The 2nd International STEM in Education, Beijing, China.
Biggs, J. (1999). What the Student Does: Teaching for Enhanced Learning. Higher Education Research and Development, 18(1), pp. 57–75.
Blumenfeld, P. C., Soloway, E., Marx, R. W., Krajcik, J. S., Guzdial, M., & Palincsar, A., (1991). Motivating Project-Based Learning: Sustaining the Doing, Supporting the Learning, Educational Psychologist, 26(3-4), pp. 369-398.
Bybee, R. (2010). Advancing STEM Education: A 2020 Vision, Technology and Engineering Teacher, 70(1), pp. 30–35.
Dunia Belajar Anak. (2016). Membuat air pelangi dalam gelas. https://www.duniabelajaranak.id/craft/kak-zepe-membuat-air-pelangi-dalam-botol. Diakses tgl 17 Oktober 2019.
Dunia Belajar Anak. (2018). Percobaan kapilaritas air dengan sawi putih. https://www.duniabelajaranak.id/ape/percobaan-kapilaritas-air-dengan-sawi-putih. Diakses tgl 17 Oktober 2019.
Henrkisen, D., Deschryver, M., Mishra, P., Cain, W., Fahnoe, C., Good, J., et al. (2015). Rethinking Technology & Creativity in the 21st Century Transform and Transcend: Synthesis as a Trans-Disciplinary Approach to Thinking and Learning, Tech-Trends, 59(4), p 5.
Herrington, A., and Herrington, J. (2014). Authentic Learning Environments, In: Spector JM, et al., Handbook of Research on Educational Communications and Technology, 4th ed. Springer, New York, pp. 401–412.
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-Based Learning: What and How do Students Learn? Educational Psychology Review, 16(3), pp. 235–266.
Kak Zepe. (2017). Ayo belajar – membuat percobaan hujan pelangi. https://kakzepe.com/ayo-belajar-membuat-percobaan-hujan-pelangi. Diakses tgl 17 Oktober 2019.
Kang, M., Park, Y., Kim, J., & Kim, Y. (2012). Learning Outcomes of the Teacher Training Program for STEAM Education, International Conference for Media in Education, Beijing, China.
Kolodner, J. L. (1997). Educational Implications of Analogy: A View from Case-Based Reasoning. American Psychologist, 52, p 57.
Lee, H. S., and Butler, N. (2003). Making Authentic Science Accessible to Students. International Journal of Science Education, 25(8).
MacDonald, C. (2012). Understanding Participatory Action Research: A Qualitative Research Methodology Option. Canadian Journal of Action Research, 13(2), pp. 34-50.
McTaggart, R. (1991). Principles for Participatory Action Research. Adult Education Quarterly, 41(3), pp. 168–187.
Rivet, A. E., & Krajcik, J. S. (2008). Contextualizing Instruction: Leveraging Students’ Prior Knowledge and Experiences to Foster Understanding of Middle School Science. Journal of Research in Science Teaching, 45(1), pp. 79–100.
Copyright (c) 2020 Nurul Retno Nurwulan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Dengan mengirimkan naskah artikel, berarti penulis setuju dengan segala kebijakan yang ditetapkan oleh jurnal dan penerbit.
Penulis menyatakan bahwa:
- kebijakan ini telah diketahui dan disetujui bersama oleh semua penulis;
- naskah artikel belum dipublikasikan secara resmi sebelumnya di media ber-ISSN atau ber-ISBN yang terdaftar, kecuali dalam bentuk abstrak atau sebagai bagian dari materi kuliah, atau skripsi/tesis/disertasi yang tidak diterbitkan;
- naskah tidak sedang dalam proses editorial dan dipertimbangkan untuk publikasi di tempat lain;
- publikasi naskah ini telah disetujui oleh semua penulis, institusi afiliasi penulis, otoritas yang bertanggung jawab, dan lembaga di mana kegiatan telah dilakukan;
- naskah berisi materi yang aman dari pelanggaran hak cipta;
Perjanjian Hak Cipta dan Lisensi
- Penulis memiliki hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang terkait dengan artikel.
- Penulis memiliki hak dan diizinkan untuk menggunakan substansi artikel untuk karya-karya penulis berikutnya, termasuk untuk keperluan bahan/materi kuliah dan buku.
- Penulis menyerahkan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan di bawah Lisensi Creative Commons (CC BY 4.0).
Pernyataan Lisensi CC BY 4.0
Anda diperbolehkan:
- Berbagi — menyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun;
- Adaptasi — menggubah, mengubah, dan membuat turunan dari materi ini untuk kepentingan apapun, termasuk kepentingan komersial.
Pemberi lisensi tidak dapat mencabut ketentuan di atas sepanjang Anda mematuhi ketentuan lisensi berikut ini.
- Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
- Tidak ada pembatasan tambahan — Anda tidak dapat menggunakan ketentuan hukum atau sarana kontrol teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan hal-hal yang diizinkan lisensi ini.







